ML, sebutan populer bagi sebuah game bernama Mobile Legends: Bang Bang telah menjadi sebuah animo baru di dunia. Tidak ada yang menyangka bahwa sebuah game yang dulu hanya memiliki grafis sangat sederhana mampu mengubah pola permainan game seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa menjadi gaya baru.

Mobile Legends sendiri pada awalnya rilis pada 24 September 2016 dan terus mengalami tren positif. Jika dibandingkan dengan game serupa, Mobile Legends mungkin adalah pionir dari tren MOBA versi mobile. Terlepas dari Vainglory dengan  kehadirannya sejak 2015 lalu dengan gaya dan gameplay hampir sama.

Sejak awal di rilis kepada publik, Mobile Legends sering memberikan banyak kejutan bagi setiap playernya. Meskipun tidak jarang setiap kali update game tersebut menimbulkan beberapa perdebatan. Namun hal tersebut justru membuat permainan lebih menarik. Terutama dengan banyak turnamen yang telah diselenggarakan.

Hingga saat ini sudah ada beberapa turnamen besar pernah di selenggarakan mulai dari MDL, MCL, MPL, hingga M1. Turnamen paling besar adalah M1 dan pernah diselenggarakan beberapa tahun lalu. Kini turnamen tersebut akan digelar kembali dengan nama M2 yang akan mempertemukan tim-tim besar dunia.

Lokasi dan Tanggal Pelaksanaan

Gelaran Mobile Legends World Championship 2021 atau M2 kali ini cukup menarik. Hal tersebut karena pemilihan lokasi ternyata diluar dugaan. Sebelumnya, banyak pihak menilai bahwa gelaran tersebut akan diadakan di Indonesia atau Filiphina. Kedua negara tersebut merupakan negara dengan tim kuat dan kompetitif.

Namun ternyata, lokasi atau tuan rumah pada gelaran M2 kali ini berada di Singapura. Memang tidak ada salahnya dengan pemilihan Singapura sebagai tuan rumah. apalagi negara tersebut juga memiliki beberapa tim kuat, misalnya EVOS SG. Sebuan tim cukup terkenal untuk regional Asia tenggara.

Lokasi pertandingan berada di Hotel Shangri-La Singapura yang menjadi salah satu hotel paling terkenal di negara tersebut. disana akan menjadi tempat berkumpulnya 12 tim terbaik dunia dan akan saling beradu kemampuan. Pertandingan nanti diprediksi bakal menampikan banyak susunan META baru dari setiap tim.

Untuk waktu pelaksanaannya adalah pada Januari 2021. Fase Group Stage akan berlangsung selama 3 hari dimulai pada 18 Januari dan berakhir pada 20 Januari 2021. Sedangkan untuk Playoff juga dilaksanakan selama 3 hari. Babak ini akan dimulai pada 22 Januari hingga 24 Januari 2021.

Tim Peserta M2

Peserta dari gelaran M2 kali ini sejumlah 12 tim dari 9 negara, termasuk Indonesia. Namun ada yang berbeda jika dibandingkan dengan gelaran Mobile Legends World Champions M1 pada 2019 lalu. Jumlah tim dan negara peserta M2 jauh lebih sedikit daripada M1 2019 karena beberapa alasan.

Pada tahun 2019 lalu, ada 16 tim dari 14 negara ikut dalam partisipasi. Sedangkan pada gelaran M2 hanya ada 12 tim dari 9 negara saja. Pengurangan slot bagi tim-tim yang sebelumnya mendapat jatah tempat tersebut karena adanya pandemi. Pihak penyelenggara mengurangi slot demi menjaga keamanan.

Uniknya, juara M1 lalu yaitu EVOS Legends tidak masuk dalam 12 tim peserta M2. Hal tersebut cukup disayangkan karena tim besar tersebut tidak bisa main. Posisinya telah digantikan oleh Alter Ego yang merupakan pemenang dari MPL 2020. Jadi, Indonesia diwakili RRQ Hoshi dan Alter Ego.

12 tim peserta yang akan bertanding tersebut adalah Indonesia (RRQ Hoshi dan Alter Ego), Singapura (EVOS SG dan Resurgense), Malaysia (Todak), Filiphina (Omega Espots dan Bren Esports), Rusia (Unique Devu), Jepang (10S Gaming Frost), Kamboja (Impunity KH), Myanmar (Burmese Ghouls) dan Brazil (Dreammax).

Sistem Sistem Grup

Turnamen M2 akan dilakukan dengan 4 grup dengan 3 tim untuk setiap grup. Setiap grup tidak akan mempertemukan tim dari negara yang sama. Hal tersebut memungkinkan final M2 akan mempertemukan nation-pride atau pertandingan final dari negara yang sama. Layak untuk dinantikan apakah terjadi atau tidak.

Jika pada M1 2019 lalu, final dilakukan oleh All Indonesian Team yaitu antara RRQ Hoshi dan EVOS Legends. Pada saat itu EVOS Legends berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 melawan RRQ Hoshi. Menariknya, MVP pada gelaran tersebut adalah salah satu pemain dari EVOS, yaitu Oura.

Untuk grup A akan dihuni oleh Unique Devu, Burmese Ghouls, dan Resurgense. Grup B diisi oleh Todak, Omega Esports, dan Impunity KH. Grup C diisi oleh juara MPL 2020 Alter Ego, Bren Esports, dan 10S Gaming Frost. Grup D RRQ Hoshi, Dreammax dan EVOS SG.

Pertandingan pada setiap grup tentu akan sangat menarik untuk dinantikan. Beberapa pengamat menilai ada 3 tim unggulan yang mungkin akan berada di final. Juara MPL 2019 Alter Ego adalah unggulan pertama. Hal tersebut terlihat dari permainan selama gelaran MPL yang hampir tidak pernah mengalami kekalahan.

Sistem Bracket M2

Turnamen Mobile Legends memiliki sistem pertandingan yang cukup unik. Selain menggunakan sistem Best of X, turnamen ini juga menggunakan sistem bracket. Sebenarnya, bracket system merupakan variasi dari model double elimination. Tim yang kalah tidak langsung gugur, namun masih memiliki sebuah kesempatan lain untuk tetap maju.

Sistem double elimination akan melihat tim mana yang memiliki statistik kemenangan. Sistem seperti ini lazim dan umum dipakai, terutama untuk model knockout atau sistem gugur. Jadi tim yang menang akan terus maju dan berada pada upper Breacket. Sedangkan tim yang kalah berada di lower bracket.

Pada pertandingan M2 nanti, pemenang dari setiap grup akan langsung lolos ke upper bracket. Sedangkan untuk tim pada posisi kedua dan ketiga harus bertarung kembali pada lower bracket. Siapapun tim yang kalah pada pertandingan lowes bracket akan gugur dan harus pulang lebih awal.

Namun, terlepas dari adanya bracket tersebut, format pertandingan tetap menggunakan sistem Best of X atau First to X. Best of X adalah format dimana pemenang adalah tim yang mendapatkan kemenangan dari jumlah terbanyak dari X. Artinya jika ada 5 pertandingan, maka harus menang 3 kali.

Prizepool M2

Sebagai salah satu game MOBA paling populer, pihak penyelenggara memang memberikan hadiah cukup besar. Meskipun tidak sebesar turnamen pada game-game lain dengan jumlah sangat fantastis. Pada gelaran kali ini, penyelenggara telah menyiapkan hadiah sebesar 300 ribu dollar AS atau setara dengan Rp 4,5 miliar.

Hadiah pada M2 mengalami kenaikan daripada M1. Pada M1 hadiah dari penyelenggara adalah sekitar Rp 3,5 Miliar. Sedangkan pada gelaran kali ini, ada kenaikan sebesar Rp 1 miliar sebagai bentuk apresiasi kepada setiap peserta. Hadiah tersebut diperlukan demi menjaga ekosistem Mobile Legends sebagai MOBA populer.

Seperti pada gelaran M1, pada edisi kedua kali ini Moonton selaku pengembang game juga mengeluarkan sebuah skin ekslusif untuk memeriahkan M2. Ada beberapa bocoran hero apa sapa yang mungkin akan memiliki skin eksklusif M2. Namun pada informasi bocoran terbaru, hero Clint mungkin adalah yang dipilih.

Untuk ukuran MOBA versi mobile, Mobile Legends memang memberikan hadiah yang cukup besar bagi tim pemenang. Hal tersebut memang cukup layak mengingat kepopuleran Mobile Legends yang saat ini masih belum bisa disaingi. Bahkan dengan banyak game MOBA lain yang muncul, Mobile Legends masih mampu bertahan.

Mobile Legends memang menjadi game yang sangat populer saat ini. Ada banyak event yang dilakukan demi meningkatkan pride di masyarakat. Terutama untuk bersaing dengan game MOBA versi PC yang sudah lama hadir. Namun terlepas dari itu semua, Mobile Legends belum memiliki pesaing yang cukup setara.